You are currently browsing all posts tagged with 'a. Suami'
Rasulullah SAW biasanya menerima pendapat istri-istri beliau di saat bermusyawarah dengan mereka. Hal ini tentu saja bukan berarti Rasulullah tunduk pada pendapat seorang wanita. Dalam kisah perjanjian Hudaibiyah kita kenal ada dialog yang sangat penting antara Rasulullah dengan istri beliau, Ummu Salamah.
Pada saat itu Rasulullaah saw sedang gundah. Pasalnya para shahabat nabi merasa kecewa karena perjanjian Hudaibiyah dengan pihak Quraisy mereka anggap merugikan kaum muslimin. Akibat perjanjian itu Rasulullaah saw dan para sahabatnya tidak jadi berangkat haji, sementara saat musim haji telah tiba. Kekecewaan para sahabat membuat mereka agak lalai menerima perintah Rasulullaah saw untuk memotong hewan kurban. Mereka menjadi enggan melaksanakannya. Dialog Suami Istri – continue reading…
Saturday, 23 December 2006
Ketika seorang ibu mengandung janin dalam rahimnya, benarkah hanya sang ibu yang bertanggung jawab terhadap kelangsungan hidup sang janin? Tentu tidak. Allah telah menentukan keberadaan nyawa si janin atas usaha dari dua manusia, ibu dan ayahnya. Kepada mereka berdualah Allah menitipkan amanat yang sangat berat itu. Sayangnya, lebih banyak ayah yang kurang menyadari tanggung jawabnya selama kurun waktu kehamilan tersebut. Penyebab utamanya, karena mereka tak mengalami beban itu secara langsung. Dan yang rugi bukan saja si janin, tapi juga ayahnya. Berikut di antara kewajiban ayah terhadap calon bayinya.
Kewajiban Suami Ketika Istri Hamil dan Melahirkan – continue reading…
Oleh Yon’s Revolta
Dia memang lelaki tegar. Keharuan menyelimuti hati saya ketika semalam mendengar kisahnya.
Laki-laki itu bernama Anjar Wahyu. Lahir tahun 1982. Masuk Fakultas Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto tahun 1999. Perawakannya kecil, tapi ternyata punya impian besar dalam kehidupannya. Visinya jauh ke depan meninggalkan kawan-kawan seusianya. Salah satunya adalah niat bulat untuk menikah diusia muda. Ya, semenjak semester dua (2), ingin menikah. Namun, tak selamanya niat melangsungkan pernikahan berjalan mulus. Ketika niatnya itu disampaikan ke orang tuanya di Kendari, ibunya hanya bilang “Apa-apaan kamu, kuliah dulu yang bener”. Tegarnya Seorang Suami – continue reading…
Oleh: Azzahra
Hudzaifah.org – Untuk segala sesuatu, Allah telah menciptakan berpasang-pasangan. Tumbuhan, pepohonan, bunga-bunga, Allah ciptakan dengan keserasian dan keseimbangan. Binatang-binatang memiliki pasangan dari jenisnya, dimana mereka bisa saling melengkapi satu dengan yang lainnya dan bisa mengembangbiakkan keturunan.
Demikian pula manusia, Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sangat indah, dan untuk mereka Allah ciptakan pasangannya. Secara naluriah, manusia akan memiliki ketertarikan kepada lawan jenis. Ada sesuatu yang amat kuat menarik, sehingga laki-laki dengan dorongan naluriah dan fitrahnya mendekati perempuan. Sebaliknya dengan perasaan dan kecenderungan alamiyahnya perempuan merasakan kesenangan tatkala didekati laki-laki.
Wanita Seperti Apa yang Kau Cari Akhi? – continue reading…
Hudzaifah.org – Allah telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, supaya muncul suatu ketenangan, kesenangan, ketentraman, kedamaian dana kebahagiaan. Hal ini tentu saja menyebabkan setiap laki-laki dan perempuan mendambakan pasangan hidup yang memang merupakan fitrah manusia, apalagi pernikahan itu merupakan ketetapan Ilahi dan dalam sunnah Rasul ditegaskan bahwa ” Nikah adalah Sunnahnya”. Oleh karena itu Dinul Islam mensyariatkan dijalinnya pertemuan antara laki-laki dan perempuan dan selanjutnya mengarahkan pertemuan tersebut sehingga terlaksananya suatu pernikahan.
Kiat Mencari Jodoh – continue reading…